KENDARI, PERDETIKNEWS.COM — Lebih dari 2.000 orang diperkirakan mengikuti rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026 di Sulawesi Tenggara.
Tenaga kesehatan, mahasiswa, mitra kesehatan, hingga masyarakat umum diajak berkumpul dalam kegiatan yang memadukan olahraga, pelayanan kesehatan, dan evaluasi kinerja.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah peluncuran program Laris, layanan ambulans darat dan laut gratis. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn.) H. Andi Sumangerukka, S.E., M.M., direncanakan meluncurkan program tersebut pada puncak peringatan HKN.
Dinas Kesehatan Sultra di bawah kepemimpinan dr. Andi Edy Surahmat, menyiapkan armada sekaligus mengoordinasikan keterlibatan jajaran kesehatan dalam rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia HKN Sultra 2026, Andi Sultan Bakri, SKM., M.Sc., mengatakan ambulans darat telah dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan. Sementara itu, pengadaan dua unit ambulans laut masih berproses.
“Tahun ini kami akan rangkaikan dengan launching program Laris, layanan ambulans darat dan laut yang gratis,” ujar Sultan.
Menurutnya, dua unit ambulans laut tersebut diperkirakan belum rampung pada hari peluncuran. Penyelesaiannya diharapkan tuntas pada akhir tahun sesuai penganggaran 2026, kemudian dilanjutkan dengan penambahan unit pada 2027.
“Kalau darat semua sudah, insyaallah semua ready,” katanya.
Persiapan HKN dimulai melalui pembentukan panitia yang surat keputusannya telah ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Andi Edy Surahmat.
Panitia kemudian mengundang jajaran kesehatan dan mitra untuk membagi peran dalam pelaksanaan kegiatan.
Sultan mengatakan kepercayaan sebagai ketua panitia diberikan kepadanya dengan mempertimbangkan pengalaman dalam menggerakkan jajaran kesehatan. Ia kini bertugas sebagai Pejabat fungsional Promkes Dinkes Sultra.
Pertemuan persiapan melibatkan dinas kesehatan kabupaten dan kota, rumah sakit pemerintah maupun swasta, puskesmas, perguruan tinggi kesehatan, serta mitra bidang kefarmasian dan alat kesehatan.
Sultan menyebut kesiapan kegiatan saat wawancara telah mencapai sekitar 70 persen.
“Dikatakan Hari Kesehatan Nasional, bukan hari instansi kesehatan, tapi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan direncanakan dimulai pada hari Minggu melalui jalan santai, senam massal, cek kesehatan gratis, dan donor darah. Panitia juga menyiapkan lomba yel-yel berisi pesan kesehatan serta lomba menu gizi.
Masyarakat umum Kota Kendari diundang untuk ikut serta. Sultan mengatakan panitia bersama Kepala Dinas Kesehatan berencana beraudiensi dengan Gubernur Andi Sumangerukka untuk memohon kehadirannya sekaligus melepas peserta jalan santai.
Setelah itu, perlombaan dilanjutkan selama tiga hari, yakni Senin hingga Rabu, di Dinas Kesehatan Sultra. Puncaknya direncanakan berupa upacara pada Kamis di halaman Kantor Gubernur Sultra.
Pada kesempatan tersebut, gubernur dijadwalkan menyerahkan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan. Sultan mengatakan proses penilaian telah dilakukan dan menunggu keputusan Kepala Dinas Kesehatan.
Penghargaan juga disiapkan bagi tenaga kesehatan yang memasuki masa purnabakti serta kabupaten dan kota dengan capaian Cek Kesehatan Gratis yang baik.
Para purnabakti tetap diundang untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan jajaran kesehatan yang masih bertugas. Sultan berharap keterlibatan itu menjaga hubungan dengan mereka yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan masyarakat.
Di balik perlombaan dan pertemuan tersebut, panitia membawa agenda evaluasi. Sultan ingin momentum HKN digunakan untuk melihat capaian pelayanan sekaligus membangun kembali semangat tenaga kesehatan sebelum kembali ke tempat tugas.
“Diharapkan momen tahunan ini bukan hanya bersifat seremonial, tapi merupakan ajang untuk mengevaluasi seluruh rangkaian kinerja,” katanya.
Menurut Sultan, jajaran kesehatan diarahkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi Gubernur Andi Sumangerukka. Perhatian diberikan pada target pelayanan yang perlu diperkuat, termasuk penemuan dan kesembuhan pasien tuberkulosis, pengawasan keamanan pangan, serta pelayanan kesehatan masyarakat.
Penanganan stunting juga terus dijalankan melalui kerja lintas sektor. Ia menjelaskan, intervensi kesehatan perlu berjalan bersama pemenuhan pangan, penyediaan sanitasi, dan edukasi penggunaan jamban keluarga.
Untuk menyelenggarakan rangkaian HKN, panitia mengandalkan pendanaan gotong royong dari unsur yang berpartisipasi, disertai dukungan APBD yang disebutnya terbatas.
Besarnya kegiatan disesuaikan dengan dana yang terkumpul. Sultan mengatakan keterbatasan anggaran mendorong panitia mengajak seluruh mitra mengambil peran sesuai kemampuan.
“Jadi sifatnya mandiri, adapun hanya sedikit dari APBD itu rangsangan, karena sangat terbatas sekarang anggaran,” ujarnya.
Melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan keterlibatan jajaran pelayanan hingga kabupaten dan kota, Sultan berharap kebersamaan dalam HKN berlanjut menjadi semangat bekerja setelah kegiatan selesai.
“Setelah pulang, dia kembali bersemangat untuk bekerja mencapai target-target yang telah ditentukan sebelumnya,” katanya.
Editor: Ixan
Tag: HKN Sultra, Andi Edy Surahmat, Andi Sumangerukka




Tinggalkan Balasan