KENDARI – KENDARI – Kepala BLUD Puskesmas Poasia, Asmawati, SKM., M.Kes, memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya, Selasa (13/1/2026).

Dalam penyampaiannya, Asmawati menegaskan bahwa pihak Puskesmas akan terus melakukan sosialisasi secara masif guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Langkah ini dilakukan guna memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai penanganan dan pencegahan virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Di hadapan awak media, Asmawati memaparkan data terbaru mengenai warga yang terjangkit DBD di wilayah kerjanya.

Tercatat ada 3 pasien yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis secara intensif dengan kondisi yang mulai stabil.

“Saat ini ada tiga pasien yang kami tangani dengan baik. Rinciannya, satu pasien dirujuk ke RSUD Bahteramas, satu pasien dirawat di Puskesmas Poasia, dan satu pasien menjalani rawat jalan,” jelas Asmawati kepada awak media.

Beliau menambahkan bahwa kondisi trombosit para pasien telah menunjukkan tren positif.

“Trombosit pasien sudah membaik, namun pemantauan terus kami lakukan secara berkala,” tambahnya.

Dalam sesi wawancara, Asmawati memberikan koreksi terhadap persepsi masyarakat yang seringkali hanya meminta pengasapan atau fogging ketika ada kasus DBD.

Beliau menekankan bahwa fogging memiliki keterbatasan karena hanya menyasar nyamuk dewasa.

“Kepada rekan-rekan media, saya sampaikan agar warga jangan hanya meminta fogging. Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Lalu bagaimana dengan jentiknya? Itu yang jauh lebih berbahaya,” tegasnya.

Asmawati mengajak masyarakat untuk kembali menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur).

“Kuncinya ada di PSN. Kami turun langsung ke rumah-rumah untuk memastikan program ini berjalan dan kami juga membagikan bubuk abate secara gratis untuk masyarakat,” terangnya.

Guna menekan angka kasus, Puskesmas Poasia telah menyusun jadwal penyuluhan ketat yang melibatkan Posyandu dan media sosial sebagai kanal informasi utama.

“Kami tidak akan berhenti melakukan sosialisasi. Melalui Posyandu dan media sosial, kami terus menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika ada gejala demam pada anggota keluarga,” tutupnya kepada awak media. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
20 / 100 Skor SEO