JAKARTA — Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menekankan pentingnya mencegah exclusion error dalam penyaluran bantuan pemerintah. Exclusion error merupakan kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan justru tidak memperoleh bantuan tersebut.

Persoalan itu dinilai perlu menjadi perhatian utama dalam penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya ketika terjadi perubahan desil penerima bantuan.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menyampaikan hal tersebut seusai memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAKN DPR RI bersama akademisi terkait kemiskinan dan DTSEN di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

... ...

Andreas mengatakan, perubahan klasifikasi dalam DTSEN tidak seharusnya langsung membuat masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan kehilangan haknya. Menurut dia, status penerima perlu dipertimbangkan selama proses verifikasi atas perubahan data masih berlangsung.

“Yang paling mesti dibutuhkan adalah exclusion error. Artinya yang seharusnya dapat tapi tidak itu yang perlu sebetulnya dijaga betul,” ujar Andreas, seperti dikutip dari E-Media DPR RI, Senin (14/9/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu menyebut inclusion error, yakni kondisi ketika orang yang tidak semestinya menerima bantuan justru mendapatkannya, tetap perlu diperbaiki. Namun, ia menilai exclusion error harus lebih diutamakan karena menyangkut masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dan berdampak langsung pada keberlangsungan hidup serta akses mereka terhadap program pemerintah.

“Kalau inclusion error oke lah, toh itu masih warga negara Indonesia. Tapi kalau yang exclusion error, yang seharusnya dia itu mendapatkan bantuan tapi tidak, inilah yang sebetulnya perlu diutamakan,” tegasnya.

Salah satu mekanisme yang perlu dikaji adalah penguatan saluran sanggah ketika terjadi perubahan data atau desil. Andreas menyampaikan adanya usulan agar penerima yang sebelumnya telah memperoleh bantuan diberikan status sementara selama proses verifikasi berlangsung.

“Kalau dulu sebelumnya sudah terima, ya sementara sambil verifikasinya itu jalan, dia tetap. Jadi itu yang disebut dengan status sementara,” jelasnya.

Andreas mencontohkan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang sebelumnya mendapatkan bantuan, tetapi kemudian tidak lagi masuk kriteria setelah terjadi perubahan klasifikasi data. Ia mengingatkan agar perubahan administratif tidak langsung menyebabkan penerima kehilangan dukungan sebelum proses verifikasi dan pengajuan sanggah selesai.

“Misalkan kalau KIP, dia masa dulu terima terus sekarang enggak, apa terusannya enggak melanjutkan kuliah. Ya ini yang perlu sebetulnya kita dudukkan,” katanya.

Ia menegaskan, perhatian BAKN tidak hanya diarahkan pada peningkatan akurasi data secara umum. BAKN juga ingin memastikan masyarakat dalam kelompok yang paling membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bantuan akibat kesalahan klasifikasi.

“Penekanan, tekanan, konsentrasi kita, fokus kita itu pada penanganan exclusion error ini. Karena dia memang membutuhkan,” pungkas Andreas.

Sumber: E-Media DPR RI — lihat sumber

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
68 / 100 Skor SEO