PERDETIK, – Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendorong pemerintah mencari terobosan untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan yang menghambat pembangunan Bendungan Cibeet di Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut Sudjatmiko, pengalaman Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menangani pembebasan lahan pada sejumlah proyek sebelumnya dapat dijadikan pembelajaran. Ia mencontohkan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang sempat menghadapi kendala pembebasan lahan, tetapi kemudian dapat berjalan setelah terjadi banjir besar pada 2007.
“Dulu ada namanya proyek BKT. Itu sulit sekali pembebasan lahannya. Tapi karena banjir 2007, jadi itu barang. Harapannya coba ini apa bisa dibuat seperti itu,” ujar Sudjatmiko saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI untuk meninjau pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026), seperti dikutip dari E-Media DPR RI, Senin (14/9/2026).
Salah satu persoalan pembebasan lahan Bendungan Cibeet berkaitan dengan keberadaan makam keramat di area pembangunan. Proses penggusuran makam tersebut dinilai berpotensi memicu konflik dengan masyarakat sekitar sehingga membutuhkan pendekatan yang tepat.
Sudjatmiko kemudian menyinggung pengalaman pemerintah saat membangun Tol Tanjung Priok di sekitar kawasan Makam Mbah Priok. Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Kementerian PU memiliki referensi dalam menyelesaikan persoalan lahan yang berkaitan dengan situs atau makam yang dianggap penting oleh masyarakat.



Tinggalkan Balasan