JAKARTA — Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Martin Manurung mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria. Menurut Martin, masukan masyarakat adat diperlukan karena sejumlah norma dalam RUU tersebut berkaitan langsung dengan hak dan kepentingan mereka.
Martin mengatakan pelibatan masyarakat adat juga penting untuk menyelaraskan RUU Reforma Agraria dengan rencana pembentukan RUU Masyarakat Adat. Penyelarasan itu diperlukan agar pengaturan mengenai masyarakat adat dalam kedua rancangan undang-undang dapat berjalan harmonis dan tidak tumpang tindih.
“Ada satu hal menurut saya di reforma agraria yang kita perlukan juga mintakan pendapat, yaitu kawan-kawan masyarakat adat,” ujar Martin dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Politikus Fraksi Partai NasDem tersebut menilai aspek yang berkaitan dengan hak masyarakat adat perlu diperkuat dalam RUU Reforma Agraria. Dengan begitu, substansi yang nantinya dimuat dalam RUU Masyarakat Adat dapat disusun secara lebih terarah dan saling melengkapi.
“Banyak norma yang terkait dengan masyarakat adat. Ini juga nanti akan mempermudah kita ketika mulai melakukan penyusunan RUU Masyarakat Adat,” kata Martin.



Tinggalkan Balasan