PARLEMENTARIA, Bogor — Anggota Komisi V DPR RI Teguh Iswara Suardi menyoroti komunikasi publik pemerintah dan pihak pengelola terkait gangguan operasional kereta api di Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Menurut dia, masyarakat masih kesulitan memperoleh informasi terbaru mengenai pembatalan perjalanan yang berdampak pada mobilitas sehari-hari.

Hal itu disampaikan Teguh saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau sarana dan prasarana kereta api di Kota Bogor pada 11 September 2026. Ia menilai pihak kereta api dan perhubungan perlu memberikan pembaruan situasi secara lebih jelas dan berkala.

“Terkait pembatalan jalur kereta api di Stasiun Bogor ini secara khusus, itu sangat berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Namun, pihak kereta api maupun perhubungan masih kurang memberikan pembaruan terkait situasi terkini,” kata Teguh, sebagaimana diberitakan E-Media DPR RI, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Teguh memantau langsung Stasiun Bogor yang memiliki tingkat okupansi tinggi, mencapai 109 ribu penumpang per hari. Ia juga menyoroti pembatalan operasi sejumlah rangkaian kereta yang dinilai perlu segera ditangani agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.