KENDARI – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara kini memiliki akses layanan yang lebih terintegrasi untuk mengembangkan produk ke pasar internasional.

Pemerintah Provinsi Sultra menghadirkan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) sebagai one-stop service yang mempertemukan kebutuhan informasi, konsultasi, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor dalam satu layanan.

Program tersebut resmi diluncurkan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M. (ASR) di Kendari, Jumat (7/8/2026).

Mengusung tagline “GETRA: Membuka Gerbang UMKM Menuju Pasar Dunia”, gerai ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM ketika ingin membawa produknya ke pasar global.

Bagi pelaku usaha, ekspor bukan hanya soal memiliki produk yang bisa dijual. Ada berbagai tahapan yang harus dipenuhi, mulai dari informasi regulasi, standar produk, dokumen, sertifikasi, karantina, kepabeanan hingga menemukan calon pembeli di luar negeri.

Gubernur ASR mengatakan GETRA merupakan inisiatif Pemprov Sultra yang dibangun melalui sinergi dengan Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

“Saya berharap GETRA yang kita launching bersama pada hari ini dapat menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan dan fasilitasi ekspor bagi para pelaku UMKM,” ujar ASR.

Menurut dia, kehadiran GETRA diharapkan dapat semakin banyak membuka peluang bagi UMKM Sultra untuk menembus pasar global sekaligus membawa nama daerah ke berbagai negara.

Selama ini, pelaku UMKM yang ingin masuk pasar ekspor harus mencari informasi dan mengurus berbagai kebutuhan melalui sejumlah instansi.

Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengenal dunia ekspor.

Melalui GETRA, berbagai kebutuhan tersebut diarahkan untuk dapat diakses melalui satu ekosistem layanan.

Mulai dari informasi prosedur dan regulasi ekspor, konsultasi bisnis, pendampingan teknis, hingga informasi mengenai perkembangan perdagangan internasional tersedia dalam fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Dr. Sukanto Toding, MSP, MA, mengatakan GETRA menjadi bagian dari komitmen Gubernur ASR dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan ekspor daerah.

“GETRA hadir sebagai komitmen nyata Gubernur ASR dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan ekspor Sulawesi Tenggara,” kata Sukanto.

Ia mengatakan akses terhadap data, informasi dan asistensi yang lebih terintegrasi diharapkan dapat membantu produk unggulan Sultra meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

GETRA tidak hanya melayani pelaku usaha secara tatap muka. Layanan juga dikembangkan secara digital melalui website, podcast dan pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting.

Untuk 2026, sejumlah topik diskusi telah disiapkan dengan mengangkat komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.

Di antaranya kakao, jambu mete, kelapa dan produk perikanan.

Komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

“Basis pelayanan GETRA selain secara temu langsung atau offline, juga dilakukan secara online sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” jelas Sukanto.

Layanan tatap muka juga disiapkan untuk memberikan informasi kepada buyer maupun membantu investor yang menghadapi persoalan tertentu dalam aktivitas ekspornya.

Menariknya, GETRA juga dilengkapi Command Center Perdagangan Internasional yang menyajikan data ekspor dan impor.

Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pelaku usaha membaca perkembangan perdagangan internasional sebagai dasar dalam menentukan strategi.

Selain itu, tersedia ruang diskusi ekspor strategis yang dapat digunakan untuk konsultasi, business meeting hingga produksi konten podcast terkait ekspor.

Dengan konsep tersebut, GETRA diarahkan bukan sekadar menjadi gerai pelayanan, tetapi menjadi ruang temu antara UMKM, buyer, pemerintah, lembaga pendukung ekspor dan calon investor.

Peluncuran GETRA menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih terintegrasi di Sulawesi Tenggara.

Harapannya, UMKM yang memiliki produk potensial tidak berhenti di pasar lokal. Dengan dukungan informasi, pendampingan dan fasilitasi yang tersedia, produk-produk Sultra dapat semakin siap bersaing dan membuka jalan menuju pasar internasional.

GETRA pun diharapkan menjadi pintu baru bagi UMKM Sultra untuk naik kelas: dari pasar lokal menuju pasar dunia. (red)