KOLAKA – Aktivitas operasional pertambangan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, kembali menuai sorotan tajam setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di Desa Samaenre, Kamis (30/4/2026) siang. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan umum yang licin akibat ceceran lumpur dari kendaraan tambang yang melintas.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 14.20 WITA tersebut melibatkan satu unit mobil light vehicle (LV) dengan nomor lambung LV 05.407 milik PT Bumi Karya Makmur (PT BKM), subkontraktor dari pemegang IUP PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI), serta sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh warga setempat.
Kapolsek setempat melalui keterangan saksi di lapangan menyebutkan bahwa mobil LV yang dikemudikan oleh Irawan melaju dari arah Kolaka. Saat melintasi jalanan yang basah dan berlumpur, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali. Di saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai M. Alfian muncul dari arah berlawanan sehingga tabrakan tidak dapat terhindarkan.
Akibat insiden tersebut, pengendara motor, M. Alfian, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sementara pengemudi mobil dilaporkan selamat tanpa luka serius. Meski tidak ada korban jiwa, kondisi kedua kendaraan mengalami kerusakan signifikan, terutama pada bagian depan mobil LV.
Warga Desa Samaenre mengungkapkan keresahan mereka atas kondisi jalan trans-Sulawesi di wilayah mereka yang kerap berubah menjadi lintasan maut saat hujan turun.



Tinggalkan Balasan