BAUBAU – Fenomena bayangan putih berbentuk spiral yang menghiasi langit Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (12/4/2026) malam akhirnya terungkap. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan objek bercahaya tersebut bukan merupakan fenomena alamiah seperti komet, melainkan jejak aktivitas teknologi manusia di luar angkasa.

Kepala BMKG Stasiun Betoambari Baubau, Hadi Setiawan, menjelaskan bahwa penampakan visual yang memicu beragam spekulasi di media sosial itu identik dengan fenomena ‘space jellyfish’. Fenomena optik ini lazim terjadi saat gas buang kendaraan peluncur luar angkasa terpapar cahaya matahari di ketinggian tertentu.

“Cahaya yang terlihat diduga berasal dari pantulan sinar matahari terhadap gas buang roket di ruang hampa udara,” ujar Hadi dalam keterangan resminya.

Berdasarkan pencocokan data keantariksaan global, pada 11 April 2026 pukul 19.22 WITA (11.22 UTC), tercatat adanya peluncuran roket komersial Jielong-3 (Smart Dragon-3). Wahana peluncur milik China Rocket Co tersebut memiliki lintasan yang melewati wilayah ekuator, sehingga terlihat jelas dari wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.

Hadi menegaskan bahwa objek tersebut sedang bergerak naik menuju orbit secara terkendali dan bukan merupakan benda jatuh atau puing antariksa yang mengancam Bumi.

“Masyarakat Baubau, Buton, dan wilayah sekitarnya diimbau untuk tetap tenang. Fenomena lintasan wahana antariksa di ketinggian orbit itu dipastikan aman dan tidak menimbulkan risiko bagi warga di daratan maupun perairan,” imbuhnya.

BMKG meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi tidak bertanggung jawab yang mengaitkan fenomena ini dengan UFO, benda mistis, maupun senjata militer. Masyarakat diharapkan menunggu pernyataan resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga otoritas riset antariksa untuk investigasi lebih lanjut.

Sebagai informasi, Jielong-3 adalah roket berbahan bakar padat yang dirancang untuk mengirimkan satelit kecil ke orbit. Satelit yang dibawa dalam misi ini berfungsi strategis untuk penginderaan jauh, pemetaan tanah, hingga pemantauan bencana alam secara global.

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
9 / 100 Skor SEO