BAUBAU – Fenomena bayangan putih berbentuk spiral yang menghiasi langit Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (12/4/2026) malam akhirnya terungkap. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan objek bercahaya tersebut bukan merupakan fenomena alamiah seperti komet, melainkan jejak aktivitas teknologi manusia di luar angkasa.

Kepala BMKG Stasiun Betoambari Baubau, Hadi Setiawan, menjelaskan bahwa penampakan visual yang memicu beragam spekulasi di media sosial itu identik dengan fenomena ‘space jellyfish’. Fenomena optik ini lazim terjadi saat gas buang kendaraan peluncur luar angkasa terpapar cahaya matahari di ketinggian tertentu.

“Cahaya yang terlihat diduga berasal dari pantulan sinar matahari terhadap gas buang roket di ruang hampa udara,” ujar Hadi dalam keterangan resminya.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

Berdasarkan pencocokan data keantariksaan global, pada 11 April 2026 pukul 19.22 WITA (11.22 UTC), tercatat adanya peluncuran roket komersial Jielong-3 (Smart Dragon-3). Wahana peluncur milik China Rocket Co tersebut memiliki lintasan yang melewati wilayah ekuator, sehingga terlihat jelas dari wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.

Hadi menegaskan bahwa objek tersebut sedang bergerak naik menuju orbit secara terkendali dan bukan merupakan benda jatuh atau puing antariksa yang mengancam Bumi.

“Masyarakat Baubau, Buton, dan wilayah sekitarnya diimbau untuk tetap tenang. Fenomena lintasan wahana antariksa di ketinggian orbit itu dipastikan aman dan tidak menimbulkan risiko bagi warga di daratan maupun perairan,” imbuhnya.

BMKG meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi tidak bertanggung jawab yang mengaitkan fenomena ini dengan UFO, benda mistis, maupun senjata militer. Masyarakat diharapkan menunggu pernyataan resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga otoritas riset antariksa untuk investigasi lebih lanjut.

Sebagai informasi, Jielong-3 adalah roket berbahan bakar padat yang dirancang untuk mengirimkan satelit kecil ke orbit. Satelit yang dibawa dalam misi ini berfungsi strategis untuk penginderaan jauh, pemetaan tanah, hingga pemantauan bencana alam secara global.

9 / 100 Skor SEO