Jakarta, — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nonaktif, Ahmad Sahroni, mengambil keputusan drastis dengan merobohkan total rumah pribadinya yang terletak di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perobohan rumah politikus Partai NasDem itu dilakukan setelah kediamannya menjadi sasaran penjarahan massa dalam kerusuhan besar yang terjadi pada akhir Agustus lalu.

Rumah Sahroni merupakan salah satu kediaman pejabat yang menjadi sasaran kemarahan massa. Kemarahan itu ditengarai dipicu oleh ucapan Sahroni yang dinilai tidak pantas saat merespons desakan pembubaran DPR. Atas ucapannya tersebut, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR telah menghukum Sahroni dengan menonaktifkan statusnya sebagai legislator selama enam bulan, setelah ia terbukti melanggar kode etik dewan dalam persidangan pada 5 November lalu.

Ahmad Sahroni merobohkan rumahnya pada pekan kedua November, atau sekitar dua bulan setelah insiden penjarahan terjadi. Ia meminta kontraktor untuk meratakan bangunan tersebut dengan tanah.

Meskipun bangunan rumah yang dirobohkan masih tergolong cukup baik, mandor pembongkaran, Abdullah, membenarkan bahwa perintah dari pemilik adalah membongkar bangunan itu secara total.

Abdullah, yang mengaku tidak mengenal Sahroni secara pribadi, menyatakan sempat terkejut saat menerima pekerjaan tersebut. Namun, ia langsung mengenali rumah itu setelah melakukan survei di lokasi, mengingat rekaman penjarahan rumah tersebut sempat viral. “Ini bukannya rumah Pak Ahmad Sahroni yang dijarah itu?” kata dia menirukan reaksinya.

Untuk meratakan bangunan tiga lantai tersebut, kontraktor mengerahkan dua unit ekskavator. Pengerahan alat berat ini sempat terkendala dengan akses yang relatif sempit. Rumah Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur itu memang berada di area pemukiman yang padat.

“Butuh waktu dua pekan untuk meratakan bangunan ini,” kata Abdullah memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembongkaran.

Seorang warga sekitar menuturkan bahwa Ahmad Sahroni tidak berniat untuk pindah dan akan membangun bangunan baru di lokasi yang sama setelah rumah lama dirobohkan.

Warga yang enggan disebutkan namanya ini berujar, Sahroni pernah menyampaikan keinginannya itu kepada para tetangga sepekan sebelum pembongkaran dimulai. Para warga juga mendapat kabar bahwa area bangunan baru milik Sahroni ini akan lebih luas ketimbang yang lama. Adapun rumah Sahroni yang dibongkar ini memiliki luas 450 meter persegi. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
66 / 100 Skor SEO