Menurut Sugeng, kegiatan olahraga tersebut diharapkan membangun semangat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarelemen masyarakat. Namun, kegiatan itu juga menjadi momentum untuk memperkenalkan gerakan sosial berupa program bedah rumah.
Kejati Sultra bersama sejumlah pihak menggagas Gerakan Gotong Royong Bedah Rumah untuk masyarakat kurang mampu di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Program tersebut menargetkan 200 rumah, dengan alokasi bantuan sekitar Rp50 juta untuk setiap rumah. Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.
Sugeng menyebut dukungan yang telah terkumpul melalui rekening Baznas Sulawesi Tenggara hampir mencapai Rp6 miliar.
Selain itu, terdapat komitmen donasi sekitar Rp3 miliar yang segera disalurkan. Dengan dukungan tersebut, ia optimistis target penggalangan dana dapat terpenuhi.
Kejati Sultra juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut bergotong royong melalui donasi zakat, infak, dan sedekah. Pembayaran donasi dapat dilakukan melalui QRIS yang telah disiapkan.
“Ini adalah gerakan gotong royong. Indonesia adalah negara yang besar, tumbuh kuat karena jiwa gotong royongnya,” kata Sugeng.
Ia berharap gerakan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di Sulawesi Tenggara. Dalam pesan penutupnya, Sugeng mengatakan, “Terus berlari, lari daripada lara. Berlarilah sebelum dilarikan ke rumah sakit.”
Sumber: Kendari Kota — lihat sumber



Tinggalkan Balasan