Secara rinci, sepanjang tahun 2025 pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp 8,17 triliun, naik dari Rp 7,49 triliun pada 2024. Hasil jasa asuransi pun melonjak menjadi Rp 1,95 triliun, sedangkan pendapatan investasi tumbuh pesat hingga 73 persen menjadi Rp 1,40 triliun. Hal ini mendorong laba sebelum pajak melesat ke angka Rp 2,57 triliun.
Secara fundamental, total aset konsolidasian Jasa Raharja membengkak menjadi Rp 20,63 triliun dengan ekuitas sebesar Rp 12,62 triliun. Peningkatan signifikan juga terjadi pada arus kas operasional yang naik hampir 115 persen menjadi Rp 1,74 triliun, di mana penerimaan premi mencapai Rp 6,87 triliun.
Atas performa solid ini, laporan keuangan Jasa Raharja meraih opini Wajar dalam Semua Hal yang Material dari auditor independen, serta berhasil mempertahankan peringkat rating tertinggi idAAA/Stable.
Komitmen sosial pun tetap dijaga dengan realisasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 32,33 miliar sepanjang 2025 untuk pemberdayaan UMKM dan kegiatan sosial.
Sejalan dengan meroketnya finansial, Jasa Raharja juga terus memoles kualitas layanannya. Hingga Juni 2026, perusahaan tercatat telah menyalurkan santunan sebesar Rp 1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan di seluruh Indonesia.
Sebanyak Rp 849 miliar (sekitar 99 persen dari total santunan korban luka-luka) dibayarkan secara langsung melalui mekanisme surat jaminan (guarantee letter) ke rumah sakit.
Efisiensi digitalisasi dan kolaborasi dengan 2.853 rumah sakit serta pihak Kepolisian turut memangkas waktu pelayanan. Rata-rata waktu penyelesaian santunan untuk korban meninggal dunia kini tercatat hanya 1 hari 1 jam.
“Melalui penguatan digitalisasi, integrasi layanan dengan Polri dan rumah sakit, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap korban kecelakaan memperoleh perlindungan secara optimal,” jelas Awaluddin.
Di samping penanganan korban, sepanjang semester I 2026 Jasa Raharja juga telah menggelar 4.366 program keselamatan transportasi mencakup edukasi, perbaikan infrastruktur, hingga pemetaan wilayah rawan kecelakaan. (red)



Tinggalkan Balasan