Kapolda Sultra mengatakan usia 30 tahun menjadi momentum bagi seluruh personel untuk mensyukuri perjalanan institusi sekaligus melihat kembali berbagai tantangan yang telah dilewati.
“Tiga puluh tahun tentunya bukan waktu yang singkat. Sepanjang perjalanan tersebut, banyak tantangan dan berbagai hal yang sudah kita lalui, maupun yang nantinya akan kita hadapi dalam menjaga keamanan wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Himawan.
Menurutnya, pengalaman selama tiga dekade harus menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengabdian. Setiap personel diharapkan menjalankan tugas dengan tulus, ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Kapolda juga mengingatkan personel agar kehadiran polisi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Intinya adalah bagaimana kita semua dapat bermanfaat bagi sesama manusia. Khairunnas anfahum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ustaz Das’ad Latif yang memberikan tausiah kepada jajaran Polda Sultra.
Dalam tausiahnya, Das’ad Latif mengajak personel untuk memahami kembali makna doa. Ia menjelaskan, doa tidak selalu dikabulkan dalam bentuk dan waktu yang sama seperti yang diminta.
Ada doa yang dikabulkan sesuai permintaan, ada yang diberikan dalam bentuk lain, ada pula yang ditunda hingga waktu yang dianggap tepat. Sebagian doa, kata dia, juga dapat menjadi kebaikan yang diperoleh seseorang di akhirat.
Das’ad Latif juga mengingatkan agar doa tidak hanya berisi permintaan mengenai urusan dunia, seperti harta, kedudukan dan jabatan. Menurutnya, manusia juga perlu memohon kehidupan yang baik hingga akhir hayat atau husnul khatimah.
Peringatan Hari Jadi ke-30 ini kemudian menjadi momentum bagi jajaran Polda Sultra untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mengevaluasi pengabdian selama tiga dekade.
Polda Sultra menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis dan profesional.
Komitmen tersebut dikemas melalui tagline “JAGA BUMI ANOA”, yang mencakup Jaga Masyarakat, Jaga Wilayah, Jaga Lingkungan, Jaga Persatuan dan Jaga Kepercayaan.



Tinggalkan Balasan