Kendari – Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Gidion Arief Setyawan meninjau langsung lokasi banjir parah yang merendam pemukiman warga di Kelurahan Wanggu, Kota Kendari. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi berjalan optimal.
Turut mendampingi dalam peninjauan pada Senin (11/5/2026) tersebut, Irwasda Polda Sultra Kombes Johanes Pangihutan Siboro beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra. Mereka menyisir area pemukiman yang lumpuh akibat luapan Sungai Wanggu pasca-diguyur hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir.
“Curah hujan di wilayah Kendari dan sekitarnya cukup tinggi beberapa hari terakhir, kemudian mengakibatkan meluapnya Sungai Kali Wanggu. Masyarakat yang terdampak banjir sekitar 650 orang,” ujar Brigjen Gidion Arief Setyawan di lokasi bencana, Selasa (19/5/2026).
Gidion menjelaskan, guna mempercepat penanganan di lapangan, Polda Sultra bersama instansi vertikal terkait telah mendirikan posko taktis terpadu di sekitar lokasi aman terdekat. Posko ini mengintegrasikan seluruh elemen penolong agar bantuan tidak tumpang tindih.
“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” terangnya.
Saat ini, ratusan warga terpaksa dievakuasi dan bermalam di tenda-tenda darurat yang disediakan petugas. Langkah ini diambil lantaran jalur transportasi dan akses masuk ke rumah-rumah permanen warga masih terkunci oleh genangan air yang tinggi.
Mantan Kapolres Metro Bekasi ini menegaskan bahwa dalam manajemen kontingensi bencana, instruksi utama yang diberikan kepada seluruh personel di lapangan adalah menjamin keselamatan jiwa masyarakat (zero accident).
“Yang kita lakukan bersama stakeholder lainnya, pertama memastikan dari aspek keselamatan tidak ada korban jiwa,” tegas jenderal bintang satu tersebut.

Selain perlindungan fisik dari arus air, Polda Sultra juga menggaransi kondisi sanitasi dan medis para pengungsi di dalam tenda darurat. Tim Dokkes Polda Sultra dikerahkan penuh untuk menyisir para lansia dan anak-anak yang rentan terserang penyakit pascabanjir.
“Lalu dari aspek kesehatan, seluruh masyarakat terdampak dipastikan terpantau kesehatannya melalui tim kesehatan yang kami kirimkan,” pungkas Gidion.



Tinggalkan Balasan