KENDARI – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara merampungkan proses tender paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Motaha – Alangga ( DBH Sawit ) dengan kode tender 10127458000 melalui platform pengadaan secara elektronik di laman resmi spse.inaproc.id.
Proyek yang berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 ini memiliki nilai pagu paket sebesar Rp. 2.002.261.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp. 1.714.469.000,00.
Tender yang menggunakan metode pascakualifikasi satu file harga terendah sistem gugur ini tercatat diikuti oleh sebanyak 37 peserta dari kualifikasi usaha kecil yang terintegrasi di jaringan spse.inaproc.id.
Dari puluhan peserta yang mendaftar, ANJUNGAN MITRA SEJAHTERA yang beralamat di Jalan Mekar Baru Lr. Batu Merah, Kota Kendari, resmi ditetapkan sebagai pemenang tender setelah melalui tahapan evaluasi ketat.
Perusahaan tersebut memenangkan proyek dengan harga penawaran Rp. 1.632.669.350,37, harga terkoreksi Rp. 1.632.669.350,37, serta nilai harga negosiasi sebesar Rp. 1.632.669.350,38.
Proses pengadaan yang saat ini telah memasuki tahap masa sanggah tersebut menyaring para peserta secara cermat berdasarkan persyaratan administrasi, teknis, dan SBU (Sertifikat Badan Usaha) BS001. Sejumlah peserta lain yang memasukkan penawaran turut dievaluasi dan digugurkan atas beberapa alasan teknis dalam sistem.
Di antaranya adalah CV. Danindo Pratama (penawaran Rp. 1.680.406.971,52) yang gugur karena tidak melampirkan bukti kepemilikan peralatan Dump Truck berupa STNK/BPKB serta tidak melampirkan dokumen laik operasi. CV. Karya Kalukku (penawaran Rp. 1.504.110.124,57) gugur karena tidak melampirkan dokumen laik operasi dan posisi personel manajerial tidak sesuai, di mana peserta menawarkan pelaksana berijazah Ahli Madya Teknik Jalan padahal yang dipersyaratkan adalah Pelaksana Pekerjaan Jalan Madya. CV. Naufal Abqary Mandiri (penawaran Rp. 1.592.268.991,43) dinyatakan gugur akibat tidak menghadiri klarifikasi teknis.
Selain itu, CV. Arsya Laksana Muda (penawaran Rp. 1.671.805.646,78) dan CV. Aularsa Mega Konstruksi (penawaran Rp. 1.592.142.186,06) turut gugur karena ketidaksesuaian kualifikasi personel manajerial serta tidak melampirkan pengalaman kerja personel sesuai Lembar Data Pemilihan (LDP).

CV. Philadelphia (penawaran Rp. 1.600.000.000,00) gugur lantaran surat perjanjian sewa peralatan Asphalt Mixing Plant (AMP) bukan merupakan hasil pindai dokumen asli (scan).
Sementara itu, CV. Danu’Naya Persada Group (penawaran Rp. 1.661.499.978,56) digugurkan karena pengalaman pelaksana kurang dari ketentuan IKP serta penempatan personel manajerial yang tidak sesuai dengan posisi jabatan yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan. (red)




Tinggalkan Balasan