Ia menambahkan, kehadiran sekolah unggulan ini akan menjadi magnet bagi talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia.

“Dengan adanya sekolah unggulan ini, siswanya akan datang dari seluruh Indonesia. Seleksi dilakukan secara nasional. Kita juga akan mengembangkan SD dan SMP unggulan,” jelasnya.

Pembangunan dimulai dari penyediaan infrastruktur, dilanjutkan dengan penguatan tenaga pendidik, serta kerja sama dengan SD dan SMP unggulan sebagai sekolah pengumpan (feeder school).

Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Togar M. Simatupang, mengapresiasi dukungan cepat dari Sultra.

Ia menyampaikan, infrastruktur sekolah ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, siap menerima siswa perdana pada tahun ajaran berikutnya.

Menurut Togar, pembangunan ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas guru dan pengembangan kurikulum unggulan. Ia menegaskan, sekolah ini akan menjalin kerja sama dengan sejumlah SMP di wilayah Sultra sebagai bagian dari ekosistem pendidikan unggulan.

“Kita bicara Garuda, Bhinneka Tunggal Ika, dan kehadiran sekolah ini akan menarik talenta terbaik dari seluruh provinsi, khususnya di Sulawesi Tenggara. Semua siswanya akan mendapat beasiswa penuh dan ditargetkan menjadi ilmuwan kelas dunia. Semua mesin pendidikan kita gerakkan,” ujar Togar.

Sekolah Unggul Garuda di Konsel merupakan satu dari empat sekolah baru yang diprioritaskan nasional bersama lokasi lain di Nusa Tenggara Timur (NTT), Belitung Timur, dan Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menuturkan bahwa pada tanggal 8 Oktober 2025 mendatang akan dilakukan peluncuran resmi pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Lebo Jaya, Konsel.

Peluncuran ini akan dilakukan serentak oleh Presiden Prabowo di 16 titik secara nasional. Secara keseluruhan, program Sekolah Garuda meliputi 20 sekolah baru dan 40 sekolah transformasi. (RED)

70 / 100 Skor SEO