Legislator vokal Rajab Jinik bersama anggota dewan lainnya seperti Hasbulan, Jumran, Saharuddin, dan Apriliani Puspitawati tampak serius memeriksa kelengkapan fasilitas perusahaan. Masalah perizinan menjadi poin krusial yang dipertanyakan karena menyangkut legalitas operasional pabrik gas tersebut di tengah pemukiman.

Dugaan gangguan kebisingan yang terus-menerus dirasakan warga juga menjadi alasan mengapa kehadiran pimpinan perusahaan sangat dibutuhkan untuk memberikan klarifikasi langsung secara teknis.

Karena kunjungan ini berakhir menggantung tanpa jawaban pasti dari pihak perusahaan, DPRD Kota Kendari memutuskan untuk mengambil langkah tegas. Mereka bakal segera menjadwalkan ulang Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan.

“Tim memutuskan untuk menggelar kembali RDP. Kami butuh klarifikasi langsung dan data yang utuh. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kenyamanan masyarakat,” tegas tim DPRD.

Pendekatan lapangan ini menunjukkan bahwa DPRD Kendari tidak akan main-main dalam mengawasi aktivitas perusahaan yang diduga mengabaikan aturan dan kenyamanan publik. PT Samator pun dipastikan akan kembali dipanggil ke gedung parlemen dalam waktu dekat.

(red)

66 / 100 Skor SEO