Dalam program Siaga Lebaran 2026, Jasa Raharja menyiapkan berbagai langkah operasional, antara lain:
Mobilisasi 2.000 personel di 29 kantor
wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan.
Penguatan 29 Tim Reaksi Cepat, lima tim terpusat dan 24 tim tersebar di seluruh daerah.
Dukungan 25 Pos Pelayanan Terpadu di jalur mudik strategis dan 15 tenda taktis untuk pelayanan.
Integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit.
Edukasi dan imbauan keselamatan di 1.700 titik lokasi.
“Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga selamat. Keselamatan transportasi menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” tegas Awaluddin.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengapresiasi inisiatif Jasa Raharja menghadirkan pakar dan akademisi dalam forum ini.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman. Sederhana saja: berangkat selamat, pulang juga selamat,” kata Agus.
Diskusi ini juga menjadi wadah bagi para pakar transportasi memberikan masukan strategis untuk memperkuat langkah operasional di lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan pemangku kepentingan transportasi, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat. (red)



Tinggalkan Balasan