KENDARI – Penanganan dampak banjir di Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, mendapat atensi langsung dari Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Hj Hasriah.

Instruksi cepat tersebut langsung ditindaklanjuti oleh UPTD Puskesmas Poasia dengan menerjunkan tim medis ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan evakuasi, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi bantuan medis kepada warga.

Langkah sigap itu dilakukan menyusul meningkatnya debit air yang merendam permukiman warga di sejumlah wilayah Andonohu, termasuk kawasan Jalan Kedondong yang menjadi salah satu titik genangan terparah.

Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat memastikan penanganan banjir tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak.

Kepala UPTD Puskesmas Poasia, Asmawati, memimpin langsung tim kesehatan di lapangan bersama unsur lintas sektor.

Tim medis diterjunkan untuk memberikan penanganan awal kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat banjir, termasuk kelelahan, demam, infeksi kulit, hingga potensi penyakit berbasis lingkungan pascagenangan.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga. Kami bergerak cepat melakukan evakuasi warga rentan, memberikan penanganan medis awal, serta memastikan kebutuhan dasar seperti obat-obatan dan makanan siap saji tersalurkan dengan baik,” ujar Asmawati.

Sebagai bentuk penguatan layanan darurat, atas arahan langsung Wali Kota dan koordinasi Dinas Kesehatan Kota Kendari, Puskesmas Poasia juga membuka Posko Kesehatan kedua di RT 33/RW 11 Jalan Bunggasi.

Posko ini menjadi titik pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, serta warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.

Selain layanan posko, tim kesehatan mobile juga disiagakan menyisir kawasan terdampak di sepanjang Jalan Kelengkeng dan wilayah sekitar Andonohu.

Dari pantauan awak media Perdetiknews, Tim ini melakukan pemeriksaan door to door bagi warga yang masih bertahan di rumah maupun yang mengungsi secara mandiri.

Atensi langsung dari Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menunjukkan bahwa respons pemerintah terhadap banjir tidak hanya sebatas penanganan infrastruktur, tetapi juga memastikan aspek kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Hj Hasriah memastikan seluruh jajaran layanan kesehatan di wilayah terdampak siaga penuh menghadapi dampak lanjutan pascabanjir.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kota, tenaga kesehatan, aparat, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak, sekaligus menekan risiko munculnya wabah penyakit di tengah situasi bencana. (red)

7 / 100 Skor SEO