Meskipun mendapatkan alokasi hingga Rp 7,5 miliar, pihak PT. Argo Pesona Indonesia saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa mereka tidak menerima anggaran khusus untuk Publikasi dari panitia.
Keterangan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas manajemen di tengah kebutuhan sosialisasi yang masif bagi event berskala nasional.
Dampak dari “minus anggaran” yang disorot Biro Kesra Sultra terasa langsung di lapangan, namun kekurangan ini ditambal oleh inisiatif pribadi Ketua TP PKK Sultra.
Kebutuhan dasar seperti makan siang para penari kolosal dan Paskibraka selama latihan intensif dipenuhi berkat inisiatif langsung dari Ketua TP PKK Sultra Arinta Andi Sumangerukka.
“Iyeee ibu Gub memang yang bantu mereka makan siang,” ujar salah satu orang tua Penari kolosal.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu konfirmasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, terkait kebijakan ketiadaan anggaran publikasi dan polemik defisit dana operasional, namun pihak Sekda Sultra belum memberikan tanggapan resmi. (red)



Tinggalkan Balasan