Ketua KPAI, Ai Maryati Solehah, menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif pihak sekolah yang bersedia menerima korban untuk kembali bersekolah. Ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pihak dalam proses pemulihan pendidikan dan psikologis anak tersebut.

“Ini sangat penting, dan kami akan mengawasi bersama KPAD Konawe Selatan. Terima kasih kepada semua pihak, terutama pihak sekolah dan dewan guru, yang telah menunjukkan komitmen terhadap anak untuk bisa kembali ke sekolah,” ungkap Ai.

Kepala SDN 4 Baito, Sana Ali, berkomitmen untuk memastikan bahwa anak yang menjadi korban penganiayaan tersebut akan diperlakukan sama dengan siswa lainnya. Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak akan memberikan perlakuan khusus dan berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Saya, selaku pimpinan sekolah, sejak peristiwa ini terjadi, tidak pernah memberikan perlakuan berbeda kepada anak yang menjadi korban. Kami perlakukan semua siswa sama, dan saya berjanji bahwa Insya Allah, besok anak tersebut bisa kembali bersekolah seperti biasa,” tegas Sana.

Ketua PGRI Kecamatan Baito, Hasna, mengumumkan bahwa mereka akan segera mencabut surat edaran yang sebelumnya dikeluarkan, yang menginstruksikan pengembalian anak kepada orang tuanya. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan reaksi awal terhadap situasi yang terjadi.

“Kami dari PGRI Kecamatan Baito akan merevisi surat yang dikeluarkan, karena surat itu tidak akan dilaksanakan. Anak ini kami pastikan tetap mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya, dan kami jamin besok anak ini sudah bisa kembali bersekolah di SDN 4 Baito,” kata Hasna.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh KPAI, PGRI, dan pihak sekolah, diharapkan anak tersebut dapat kembali bersekolah dalam suasana yang aman dan mendukung, sehingga hak pendidikannya tidak terganggu akibat insiden yang menyedihkan ini. (red)

12 / 100 Skor SEO