KENDARI, SULTRA – Musibah maut yang merenggut nyawa pekerja di PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) beberapa waktu lalu mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes.

Politisi Partai Persatuan Pembangun (PPP) Sultra tersebut menduga kuat insiden tragis ini terjadi akibat lemahnya implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Harmawati mengungkapkan sejumlah indikasi kuat yang mengarah pada kelalaian K3 sebagai penyebab utama kecelakaan kerja tersebut.

“Dari informasi yang kami himpun, kuat dugaan bahwa karyawan yang menjadi korban tidak mendapatkan pembekalan yang memadai terkait prosedur kerja yang aman. Selain itu, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) juga dipertanyakan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Harmawati menyoroti lemahnya pengawasan K3, baik dari pihak internal perusahaan maupun pengawasan eksternal dari pemerintah terkait. Menurutnya, pengawasan yang kurang optimal telah menciptakan celah terjadinya potensi bahaya di lingkungan kerja.