Muna – Pria berinisial LMK (43), warga Desa Laiba, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), terkena tembakan kelompok orang tak dikenal (OTK). LMK terkena tembakan saat berada di Festival Budaya Lembah Baliem, Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026).

Peristiwa itu dibenarkan Kepala Desa (Kades) Laiba, Boi Sandri. Ia mengatakan LMK terkena peluru senjata api pada bagian lutut kanannya saat berada di lokasi festival.

“Korban penembakan perantau dari Desa Laiba. Ia terkena peluru di lutut bagian kanan,” kata Boi kepada Kendariinfo, Rabu (12/8).

Setelah terkena tembakan, LMK langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Boi menyebut kondisi LMK saat ini telah membaik.

“Informasi dari pihak keluarga kondisinya sudah membaik,” ujarnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan dua warga mengalami luka akibat terkena peluru. Keduanya ialah LMK dan S (50). Penembakan terjadi ketika mobil yang ditumpangi LMK dan S masuk ke pintu utama gerbang festival.

“LMK dan S ditembak ketika berada dalam mobil untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival. Tembakan dari arah samping mengakibatkan keduanya mengalami luka,” jelas Yusuf dalam keterangannya, Senin (10/8).

Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi kejadian. Petugas menemukan bekas tembakan dan serpihan proyektil pada kendaraan yang ditumpangi korban. Yusuf menyebut sejumlah barang bukti juga telah diamankan berupa 8 butir selongsong amunisi kaliber 5,56 mm, sebuah jaket, 1 proyektil GLM serta 4 serpihan proyektil di kendaraan korban.

“Satreskrim Polres Jayawijaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 telah melaksanakan tempat kejadian perkara (TKP). Mobil Mitsubishi Triton yang ditumpangi korban ditemukan tiga titik bekas tembakan,” ujarnya.

Berdasarkan pendalaman awal dan informasi di lapangan, Yusuf menduga aksi penembakan dua warga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya.

“Aksi penembakan dua warga diduga dilakukan (KKB) Kodap III Ndugama Derakma. Penyidik kini masih mendalami dan memastikan identitas, peran, serta keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan alat bukti,” pungkasnya.

sumber: kendari.info