KENDARI – Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat menangani banjir yang melanda kawasan permukiman warga pada Minggu pagi (10/05/2026).
Sebanyak 317 jiwa dari 276 kepala keluarga (KK) terdampak dan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Wilayah terdampak di antaranya berada di sekitar Jalan Lamuse, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk di bagian selatan Kota Kendari.
Area ini diketahui berada tidak jauh dari aliran sungai dan anak sungai yang bermuara ke Kali Wanggu, sehingga rentan terdampak luapan air saat curah hujan tinggi.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga di titik-titik genangan.
Seluruh warga terdampak berhasil dipindahkan tanpa hambatan berarti.
Saat ini, para pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi sementara, termasuk masjid yang dinilai layak menampung warga.
Pemerintah kelurahan dan kecamatan masih melakukan pendataan serta menyiapkan lokasi tambahan untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan tempat yang memadai.

Untuk kebutuhan dasar, pemerintah kota bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengoperasikan dua dapur umum.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji juga mulai didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, S.Sos., mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik, terutama makanan dan kebutuhan darurat lainnya.
Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Tim gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan hingga kondisi dinyatakan aman. (red)



Tinggalkan Balasan