KONAWE SELATAN, PERDETIKNEWS.COM – Memasuki hari kedua pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), Tim Subdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Rabu, 15 April 2026.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari kajian strategis terhadap kawasan pelabuhan dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) guna mendongkrak aspek keselamatan serta kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.
Rangkaian agenda diawali dengan rapat koordinasi (Rakor) di Aula Polres Konawe Selatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Konsel. Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari Ditlantas Polda Sultra, Satlantas Polres Konsel, instansi perhubungan, Jasa Raharja, hingga pihak pengelola Pelabuhan Torobulu.
Dalam rakor tersebut, Kepala UPTD Pelabuhan Torobulu memaparkan peran vital pelabuhan sebagai simpul transportasi utama yang menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dipaparkan pula tantangan krusial di lapangan, terutama lonjakan aktivitas penyeberangan saat peak season seperti arus mudik lebaran, libur nasional, serta momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Di tempat yang sama, Satlantas Polres Konsel menjabarkan kondisi teknis riil di lapangan, meliputi denah kawasan pelabuhan, kapasitas kantong parkir, hingga data harian pergerakan penumpang dan kendaraan. Data-data sekunder ini menjadi bahan evaluasi penting dalam merumuskan langkah taktis penataan lalu lintas.
Sementara itu, Tim Subdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri memaparkan hasil kajian komprehensif terkait integrasi layanan transportasi, pengembangan infrastruktur, serta pentingnya konektivitas “last mile” untuk mendukung mobilitas masyarakat. Korlantas menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas, penegakan hukum, serta pengawasan ketat di kawasan pelabuhan.
Pada sesi diskusi interaktif, sejumlah isu krusial mencuat ke permukaan, salah satunya mengenai jaminan santunan kecelakaan oleh Jasa Raharja. Tercatat, klaim santunan bagi korban lakalantas di wilayah Konawe Selatan telah terakomodasi menyeluruh dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Mengenai kondisi arus lalu lintas di Pelabuhan Torobulu, sejauh ini dilaporkan relatif terkendali dan kapasitas lahan parkir dinilai masih memadai meskipun terjadi lonjakan kendaraan. Kendati demikian, forum memberikan catatan khusus terkait aktivitas kendaraan operasional tambang yang melintas di kawasan tersebut karena memerlukan pengawasan intensif agar tidak memicu kemacetan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Tim Korlantas Polri menelurkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya perlunya analisis mendalam terhadap pemicu kecelakaan lalu lintas yang berdampak fatal (fatality), serta urgensi pembentukan forum rutin lintas instansi sebagai wadah evaluasi permasalahan lalu lintas di wilayah hukum Polres Konsel.
Usai merampungkan sesi FGD, tim gabungan langsung bergerak melakukan peninjauan on the spot ke Pelabuhan Torobulu untuk mencocokkan kesesuaian antara data sosiologis yang dipaparkan dengan fakta implementasi di lapangan.
Melalui kajian dan peninjauan strategis ini, diharapkan segera tercipta langkah konkret dan regulasi taktis dalam meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran transportasi laut maupun darat di kawasan pelabuhan Sultra.




Tinggalkan Balasan