Nahas, niat baik Adi justru berbuah petaka. Setibanya di rumah sang lurah, Adi langsung disambut dengan teriakan bernada tinggi. “Aga muala lao mai (Apa yang kamu ambil datang kemari),” bentak Abd.Rafiq, sebelum kemudian melemparkan balok kayu ke arah Adi. Beruntung, lemparan itu meleset. Tak puas, Abd.Rafiq menghampiri Adi dan langsung melayangkan pukulan keras (bogem mentah) yang mengenai sisi kiri kepala dan telinga korban.
Babinsa Kelurahan Kalumeme, Koptu Naim, membenarkan adanya insiden pemukulan tersebut. Namun, ia mencoba meredam situasi dengan menyebut kejadian itu hanya kesalahpahaman dan antara lurah dengan Adi masih memiliki hubungan keluarga.
Sementara itu, awak media ini mencoba mengonfirmasi kejadian ini kepada Lurah Kalumeme melalui sambungan telepon. Alih-alih menyesali perbuatannya, Abd.Rafiq justru terkesan bangga dan tidak bersalah.
“Iya memang ada kejadian, tak usah telpon saya nanti kita ketemu saja karena dirumah banyak orang,” ujarnya enteng. Bahkan, Abd.Rafiq menambahkan dalam bahasa Bugis, “metta mettona iye sanging naganggu (Sudah lama saya sering diganggu),” tukasnya. (Khalil)



Tinggalkan Balasan