KENDARI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan peringatan keras kepada pimpinan dan anggota DPRD untuk tidak melakukan intervensi terhadap kerja teknis Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peringatan ini bertujuan untuk memutus rantai “politik transaksional” yang sering terjadi dalam pelaksanaan proyek pembangunan di daerah.

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK RI, Edi Suryanto, menegaskan bahwa peran legislator seharusnya berhenti pada fungsi penganggaran dan pengawasan, tanpa ikut campur dalam operasional pelaksanaan proyek.

“Pada saat pelaksanaan proyeknya, pada saat pelaksanaan kegiatannya, jangan diganggu-ganggu OPD-nya. Nanti biarkan kami yang menghukum OPD kalau ada korupsinya,” ujar Edi dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di Gedung DPRD Sultra, Rabu, 6 Mei 2026.

... ...

Edi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena di mana anggota dewan ikut menentukan pemenang tender hingga mengatur teknis pekerjaan di lapangan. Praktik ini dinilai merusak sistem birokrasi dan membuat pejabat OPD kehilangan independensi karena berada di bawah tekanan politik.

KPK menemukan modus di mana oknum anggota dewan menggunakan perantara untuk berkomunikasi dengan OPD guna memastikan proyek jatuh ke tangan penyedia tertentu. Dampaknya, kualitas pekerjaan sering kali dikorbankan demi memenuhi komitmen kickback yang telah disepakati.

“Kalau sekarang misalnya ada suatu paket yang dikerjakan OPD, ada korupsinya, kami tindak OPD-nya. Eh, ternyata yang mengerjakan anggota dewan A namanya. Loh, bingung juga saya gimana ceritanya jadi begitu,” sindirnya.

Menurut Edi, jika dewan ingin membantu konstituennya di daerah pemilihan (dapil), cukup dengan memastikan anggaran terserap untuk kepentingan rakyat. Terkait kepentingan politik untuk dikenal masyarakat, KPK menawarkan solusi yang lebih elegan tanpa harus melanggar hukum.

“Yang mengerjakan benar-benar harus OPD, jangan sampai ada campur tangan anggota dewan. Tapi pada saat peresmian, silakan anggota dewan yang hadir. Bagi-bagilah, biar beliau-beliau kelihatan di masyarakat,” tambah Edi.

Ultimatum ini menjadi bagian dari upaya KPK memperbaiki skor Monitoring Center for Prevention (MCP) Sultra yang saat ini masih berada di angka 51,09. KPK menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran 2026 dan meminta setiap penyimpangan dalam intervensi proyek segera dihentikan.

“Jangan diganggu pelaksanaannya. Biarkan birokrasi bekerja secara teknokratik. Jika ada penyimpangan di level eksekutif, itu urusan kami dengan mereka. Tapi kalau legislatif ikut masuk ke sana, itu sudah menjadi masalah yang benar-benar masalah,” pungkasnya. (red)

📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?

Provinsi Sulawesi Tenggara — Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 24 responden
Sangat puas37.5%
9 suara
Puas8.3%
2 suara
Cukup puas8.3%
2 suara
Kurang puas8.3%
2 suara
Tidak puas37.5%
9 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Wali kota Kendari

Kota Kendari — dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 5 responden
Sangat puas80%
4 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas20%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe?

Kabupaten Konawe — Yusran Akbar
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 2 responden
Sangat puas50%
1 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas50%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Muna Barat?

Kabupaten Muna Barat — La Ode Darwin
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 27 responden
Sangat puas85.2%
23 suara
Puas7.4%
2 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas7.4%
2 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Kolaka ?

Kabupaten Kolaka — H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 1 responden
Sangat puas0%
0 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas100%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini