“Delapan gedung ini adalah wujud nyata komitmen Kemenag dalam memperkuat layanan publik keagamaan dan pendidikan. Infrastruktur yang baik akan melahirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan umat,” sambungnya.
Menag menekankan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan moral dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, setiap ASN Kemenag diminta menjaga amanah pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, sejalan dengan slogan ‘Ikhlas Beramal’.
Rincian Proyek SBSN Sultra 2024-2025
Delapan proyek SBSN yang diresmikan terdiri dari tiga gedung yang dibangun pada 2024 dan lima gedung pada 2025. Proyek ini mencakup beragam sektor, mulai dari pendidikan hingga layanan haji dan keagamaan, yakni:
- Pendidikan: Ruang Kelas Baru (RKB) MAN 1 Bombana, Mes Guru MAN Insan Cendekia Kendari, Laboratorium dan Perpustakaan Baru MTsN 1 Kolaka, serta Gedung Olahraga (GOR) MAN 1 Kendari.
- Layanan Keagamaan: Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Maligano, Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Kemenag Konawe Selatan (Konsel), Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, dan Klinik Pratama Amal Bhakti Kanwil Kemenag Sultra.
Apresiasi Satgas Ekoteologi
Dalam kesempatan yang sama, Menag juga mengapresiasi inisiatif lokal Kanwil Kemenag Sultra yang telah membentuk Satgas Ekoteologi.
“Saya bangga dengan Satgas Ekoteologi yang dibentuk di Sultra. Ini menjadi contoh bahwa pembangunan fisik harus diiringi kesadaran ekologis dan spiritualitas yang seimbang,” tambah Menag. Inisiatif ini menandakan langkah maju Sultra dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. (adv)



Tinggalkan Balasan