KENDARI — Di ruang pemeriksaan Subdit II Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2026), Hj. Amra Nur alias Amra Nur menjalani pemeriksaan selama hampir 12 jam.

Namun, bagi tim kuasa hukumnya, inti perkara dugaan tindak pidana dana jemaah umrah dan haji bukan semata soal siapa yang duduk sebagai tersangka.

Menurut mereka, perkara ini baru bisa dinilai secara utuh jika penyidik mampu menjawab satu pertanyaan mendasar ke mana sebenarnya dana jemaah mengalir?
Tim kuasa hukum dari S.S Law Office & Partners menyebut klien mereka hadir secara kooperatif dan menyerahkan sekitar 40 bundel dokumen kepada penyidik.

Dokumen tersebut mencakup legalitas usaha, rekening koran, rekonsiliasi dana, audit mutasi rekening, manifes jemaah, bukti pembayaran, hingga komunikasi antara jemaah dan agen.

Bagi kuasa hukum, dokumen-dokumen itu menjadi bagian penting untuk menguji konstruksi perkara yang kini menyedot perhatian publik.