Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kini fokus memacu realisasi pembangunan infrastruktur pada triwulan ketiga tahun anggaran 2026. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menginstruksikan agar seluruh proyek pengerjaan jalan dipacu secara cepat dan ditargetkan rampung dalam waktu 3 hingga 4 bulan ke depan.

Langkah taktis ini diambil guna menekan angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang kerap membengkak akibat rendahnya penyerapan anggaran di tahun-tahun sebelumnya. Andi Sumangerukka membeberkan, pada tahun anggaran lalu, daya serap anggaran Pemprov Sultra hanya menyentuh angka 86 persen, yang artinya ada sekitar 14 persen anggaran yang menyeberang menjadi SILPA.

“Saya melihat anggaran itu, disiplin anggaran, itu masih kurang. Anggaran kita kalau kemarin, tahun kemarin, itu kita berada pada posisi… daya serapnya 86 persen. Berarti kalau 86 persen, 14 persen itu anggaran belum terserap. Akhirnya nyebrang, akhirnya SILPA,” ujar Andi Sumangerukka saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan di Halaman Apel Kantor Gubernur Sultra.

Pria yang akrab disapa ASR ini menegaskan, percepatan pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan serapan di atas kertas, melainkan memiliki dampak domino langsung terhadap perputaran ekonomi mikro masyarakat bawah. Kelancaran konektivitas jalan komoditas akan sangat membantu memotong ongkos produksi dan distribusi logistik daerah.

Ia mencontohkannya dengan sektor perikanan, di mana keterlambatan distribusi akibat akses jalan yang rusak dapat merugikan para nelayan kecil karena komoditas mereka keburu membusuk sebelum tiba di pasar.

“Kalau jalan itu diperbaiki, maka transportasi ekonomi di daerah itu akan lancar. Tapi karena jalannya tidak bagus, maka ikannya sampai ke pasar itu butuh waktu kira-kira 2 jam. Sampai di pasar, ikannya sudah jadi busuk. Kalau ikannya busuk, maka harganya menjadi turun,” papar mantan Pangdam XIV/Hasanuddin tersebut.

Memasuki triwulan ketiga ini, Gubernur meminta Biro Pengadaan Barang dan Jasa bersama Dinas PU Sultra untuk mempercepat proses kontrak-kontrak kerja sama pihak ketiga agar realisasi fisik di lapangan bisa langsung dieksekusi.

“Sekarang sudah masuk triwulan ketiga. Seharusnya kontrak-kontrak itu sudah harus selesai. Pekerjaan jalan itu tidak terlalu lama dia, 3-4 bulan bisa selesai,” pungkasnya memberikan instruksi tegas. (red)

12 / 100 Skor SEO