“Polisi Bersama Masyarakat” menjadi semangat pelaksanaan operasi, sejalan dengan komitmen Jaga Bumi Anoa, yakni menghadirkan Polri yang hadir, berbuat, dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kami harapkan operasi ini mampu menciptakan ruang jalan dan ruang publik yang aman melalui pelayanan serta penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan,” ungkap Irjen Himawan.

Operasi Patuh Anoa 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, selama 14 hari. Di wilayah Sulawesi Tenggara, sebanyak 324 personel gabungan dari Polda Sultra dan jajaran Polresta dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan operasi.

Adapun sasaran operasi meliputi pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar, menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong, melakukan balap liar, tidak memakai sabuk pengaman, merokok atau menggunakan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari ketentuan, tidak memiliki SIM, serta menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan.

Menutup amanatnya, Kapolda Sultra meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan profesional dan humanis, termasuk melalui teguran serta edukasi kepada pengguna jalan. Dengan demikian, Operasi Patuh Anoa 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.

46 / 100 Skor SEO