Pada Kamis (29/10/2026), Farhan menjadi salah satu peserta dalam tatap muka bersama Kapolda Sulawesi Tenggara Inspektur Jenderal Himawan Bayu Aji di Aula BPVP Kendari.

Pertemuan tersebut mempertemukan pencari kerja, lembaga pelatihan, pemerintah, dan perwakilan perusahaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran.

 

Di ruangan itu, pembicaraan mengenai kesempatan kerja bertemu dengan kebutuhan mempersiapkan tenaga kerja. Bagi peserta seperti Farhan, keduanya saling berkaitan.

Keinginan memperoleh pekerjaan perlu diikuti keterampilan, sementara keterampilan membutuhkan ruang untuk diterapkan.

 

Kepala BPVP Kendari M.A. Habibi Kadir menyampaikan, lembaganya menyediakan 13 jurusan pelatihan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, peserta dapat meningkatkan kompetensi atau mempelajari keterampilan baru sebagai bekal bekerja maupun merintis usaha mandiri.

 

Habibi mengapresiasi program Polisi Peduli Pengangguran yang dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan dan kesempatan kerja. Kehadiran perusahaan dalam pertemuan itu juga membuka ruang komunikasi mengenai keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.

 

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tenggara serta sejumlah pimpinan cabang perusahaan swasta di Kendari. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan membantu menghubungkan proses pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja.

 

Himawan menekankan bahwa tugas kepolisian juga mencakup upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberi manfaat langsung. Program Polisi Peduli Pengangguran menjadi bagian dari implementasi Quick Wins Kapolri dengan tagline “Polisi Bersama Masyarakat”.

 

Melalui program itu, kepolisian mendorong kerja sama dengan lembaga pelatihan, instansi ketenagakerjaan, dan perusahaan. Tujuannya memperluas akses masyarakat terhadap peluang produktif, termasuk kesempatan meningkatkan kemampuan sebelum mencari pekerjaan.

 

Kerja sama tersebut diharapkan berlanjut agar materi pelatihan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Bekal yang diperoleh peserta diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus membuka jalan menuju penghasilan dan kemandirian ekonomi.

 

Bagi Farhan, jalan itu dimulai dari keputusan mengikuti pelatihan barista. Ia belum membawa cerita tentang pekerjaan yang berhasil diperoleh. Yang sedang disiapkannya adalah kemampuan untuk meraih kesempatan tersebut.

 

Dari kedai-kedai kopi yang ia lihat berkembang di Kendari, Farhan menemukan alasan untuk belajar. Selama 18 hari pelatihan, peluang yang semula hanya diamatinya mulai ia dekati dengan keterampilan.

 

Editor: Ixan

 

 

20 / 100 Skor SEO