Ia menyebut, tahun 2026 akan diisi dengan agenda yang lebih padat, terutama terkait penguatan digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah.
“Tahun ini agenda kita akan semakin padat dengan peningkatan anggaran kegiatan. Fokusnya memperluas jangkauan digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah. Semua ini tentu membutuhkan kolaborasi yang solid,” ujar Edwin, dikutip dari laman resmi Bank Sultra.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar menyambut positif peluncuran Album Rupiah Meambo 2026.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi cara segar dan relevan dalam menyampaikan pesan CBP Rupiah kepada masyarakat.
“Kami di Bank Sultra sangat mendukung inisiatif KPwBI dan BMPD. Album Rupiah Meambo ini bukan hanya kreatif, tetapi juga edukatif. Ini momentum penting untuk menyelaraskan program kerja perbankan tahun 2026 agar lebih berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Sultra,” kata Andri.
Selain peluncuran album, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan rencana peningkatan anggaran program kerja Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sultra tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp 1,22 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Acara kemudian ditutup dengan diskusi santai sambil menikmati matahari terbenam di Teluk Kendari.
Dalam momen tersebut, BI Sultra dan jajaran perbankan turut mendorong penggunaan QRIS dalam setiap transaksi sebagai bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi daerah. (red)



Tinggalkan Balasan