Kekecewaan guru tersebut memuncak saat melihat meja tempatnya bekerja dihambur-hamburkan dan sengaja dicemari.

“Meja kita dihabur-hambur, dikolesin juga (kotoran). Astaghfirullahaladzim. Betul ini orang apa punya masalah di rumah sampai dia datang di sini,” lanjutnya.

Akibat aksi teror kotoran manusia ini, aktivitas belajar mengajar di kelas 3, 5, dan 6 terpaksa terganggu. Alih-alih menerima materi pelajaran, para siswa dan guru justru harus bergotong royong membersihkan sisa-sisa kotoran yang berbau menyengat.

“Jangan kita belajar pagi-pagi kalau terganggu begini. Semoga yang beraki ini dikasih hidayah, dikasih teguran supaya dia sadar,” ucapnya pasrah.

Kejadian ini diklaim bukan yang pertama untuk terakhir kalinya. Guru-guru di SD Desa Wawobeau melaporkan bahwa ruangan kelas dan kantor guru hampir setiap minggu menjadi sasaran aksi serupa.

Masyarakat mendesak pihak yang berwajib untuk segera mengusut tuntas pelaku agar marwah institusi pendidikan di Wawonii tidak terus-menerus dilecehkan secara keji. (red)

23 / 100 Skor SEO