Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (No. Urut 4) Berambisi mewujudkan UHO sebagai Socio-Techno University yang berdaya saing global. Ia mendorong penguatan riset inovatif yang berdampak luas, pelestarian kearifan lokal, serta lingkungan akademik yang inklusif sebagai penggerak pengembangan wilayah kelautan dan perdesaan.
Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P (No. Urut 5)
Berkomitmen mengakselerasi UHO menjadi kampus adaptif dengan penguatan tata kelola dan peningkatan pendapatan non-pendidikan. Strateginya meliputi pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal, penerapan inovasi tepat guna, serta kontribusi nyata bagi ekonomi biru dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D. (No. Urut 6)
Mengusung konsep ekosistem kampus unggul melalui inovasi transformasi digital berbasis Smart Campus. Gagasannya fokus pada kepemimpinan akademik global, pengembangan budaya belajar unggul, serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Dr. Muliddin, S.Si., M.Si. (No. Urut 7)
Mendorong internasionalisasi pendidikan berbasis riset dan digitalisasi. Visinya mencakup hilirisasi unggulan di sektor kelautan, perdesaan, kesehatan, serta perluasan jejaring strategis menggunakan tata kelola berbasis teknologi informasi menuju PTN-BH.
Prof. Dr. Ruslin, S.Pd., M.Si. (No. Urut 8)
Menawarkan karya transformatif untuk daya saing global melalui layanan prima dan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Ia fokus pada penguatan pusat keunggulan berbasis potensi daerah untuk menjadikan UHO rujukan dalam pengembangan kawasan pesisir menuju 2045.
Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si. (No. Urut 9)
Menjadikan UHO sebagai pusat riset dan inovasi berbasis sumber daya lokal. Gagasannya mencakup riset kolaboratif, pengabdian masyarakat solutif, serta tata kelola akuntabel untuk mendukung pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir sekaligus meningkatkan reputasi internasional.
Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si. (No. Urut 10)
Berkomitmen menghadirkan universitas yang unggul, kolaboratif, dan adaptif. Gagasannya menitikberatkan pada hilirisasi hasil penelitian, peningkatan kinerja tridharma perguruan tinggi, serta pembentukan budaya akademik kondusif untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
(nns/dhn)



Tinggalkan Balasan