Daya Tampung: Mampu menampung hingga 1,58 juta meter kubik air.
Luas Lahan: Mencakup area seluas 45,54 hektare.
Efektivitas: Diproyeksikan mampu memangkas debit banjir hingga 54,14%.
Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ir. Adenan Rasy, yang turut hadir dalam rombongan menargetkan proses pembaruan Penetapan Lokasi (Penlok) dan pembebasan lahan dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026 agar proses konstruksi tidak lagi menemui kendala.
Multifungsi: Ruang Publik dan Konservasi
Ikhtiar Wali Kota Siska tidak hanya berhenti pada fungsi teknis pengendali banjir. Proyek ini dirancang secara modern agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Ke depan, kawasan Kolam Retensi Nanga-Nanga akan difungsikan sebagai:
Pusat Olahraga & Rekreasi: Menjadi ruang terbuka publik baru untuk warga Kendari.
Kawasan Konservasi: Berperan menjaga cadangan air tanah dan kualitas lingkungan di wilayah Baruga.
Dalam peninjauan tersebut, hadir pula jajaran Forkopimda dan Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, sebagai bentuk sinergi lintas wilayah. Dengan dukungan penuh dari Senayan dan Pemerintah Pusat, pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga diharapkan menjadi tonggak sejarah transformasi infrastruktur Kota Kendari yang lebih tangguh, modern, dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan