Luka di Paha dan Pengakuan Anak

FN kemudian menceritakan kronologi luka yang ditemukan pada paha anaknya. Awalnya, FN curiga ketika D mengeluh sakit saat dimandikan. Namun, saat itu D beralasan bahwa lukanya disebabkan oleh terjatuh di sawah bersama ayahnya.

FN tidak mempermasalahkan hal tersebut hingga keesokan harinya, ketika Aipda WH juga menemukan luka yang sama dan mengonfirmasinya kepada FN.

FN pun mendesaknya untuk mengungkap kebenaran. “Saya duduk di atas meja, tanya kenapa ada luka di paha. Akhirnya dia cerita sambil menangis, mengaku dipukul mamanya A, Bu Supri, karena belum selesai menulis,” katanya, menirukan percakapan dengan anaknya. D menyebut dirinya dipukul dengan sapu sebagai bentuk hukuman.

Setelah berbagai mediasi, FN dan Aipda WH tetap membawa kasus ini ke jalur hukum. “Dikonfirmasi ke teman-temannya, dia bertahan pada satu nama,” tegas FN. Dengan kasus yang terus berlanjut di meja hijau, FN berharap agar pihak-pihak terkait memberikan keadilan bagi anaknya.

Kasus ini juga mencakup perlindungan terhadap siswa, penanganan dugaan kekerasan di sekolah, serta peran PGRI dalam mendukung proses pembelajaran dan perlindungan guru serta siswa. (red)

9 / 100 Skor SEO