Lonjakan kepadatan dipicu oleh euforia warga dan mobilisasi tamu VVIP, termasuk sejumlah menteri dan duta besar, yang menghadiri acara. Upaya pengamanan ini merupakan bagian dari operasi besar yang melibatkan 1.355 personel dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan. “STQH Nasional ini adalah kehormatan bagi Bumi Anoa, sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatannya,” ujar Irjen Didik Agung dalam Apel Gelar Pasukan di Kendari (10/10/2025).
Personel pengamanan ditugaskan sejak 9 hingga 19 Oktober 2025, dan ditempatkan di sembilan titik strategis.
Titik-titik tersebut meliputi lokasi perlombaan, tempat penginapan peserta, jalur transportasi, serta area publik yang menjadi pusat keramaian.
Irjen Didik Agung menambahkan, Polda Sultra berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman. “Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan STQH Nasional di Kendari berjalan tertib, aman, dan lancar,” tegasnya.
Untuk mendukung komitmen tersebut di malam pembukaan, sejumlah ruas jalan yang terdampak diberlakukan pengalihan dan sistem buka-tutup.
Kehadiran kerucut pembatas (traffic cone) dan puluhan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mempertahankan keteraturan arus, mencegah kemacetan total, dan memprioritaskan pergerakan delegasi.
Keramaian di Kendari diperkirakan akan terus terasa selama pelaksanaan STQH Nasional ke-28 yang akan berlangsung hingga 19 Oktober mendatang. (red)



Tinggalkan Balasan