Jakarta – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia dan Pasifik akan melambat menjadi 5,1% pada 2026 dan 2027.

Kondisi itu dikarenakan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan.

Menurut Asian Development Outlook (ADO) edisi April 2026, sejak konflik di Timur Tengah menunjukkan kemungkinan tinggi akan terjadinya gangguan berkelanjutan. Lingkungan global menjadi penuh tantangan dan ketidakpastian.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

“Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah merupakan risiko terbesar bagi prospek kawasan ini karena dapat menyebabkan harga energi dan pangan yang terus tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat,” kata Kepala Ekonom ADB, Albert Park dalam keterangan resmi.

Konflik yang berkepanjangan dan meningkat di Timur Tengah disebut dapat memengaruhi aktivitas ekonomi termasuk peningkatan harga, gangguan pengiriman dan volatilitas keuangan.

Sebagian besar perekonomian di negara berkembang Asia dan Pasifik diproyeksi akan mengalami pertumbuhan yang memburuk pada 2026 dan 2027, meskipun konsumsi swasta tetap tangguh dan permintaan kuat untuk barang-barang terkait kecerdasan buatan.

Proyeksi Ekonomi Indonesia

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru meningkat menjadi 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,1%. Kondisi berbeda bisa terjadi jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memburuk.

Berbeda dengan pertumbuhan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang diproyeksikan menurun menjadi 4,6% pada 2026 dan 4,5% pada 2027, dari 5% di 2025. Terus berlanjutnya pelemahan pasar properti dan ekspansi ekspor yang lebih lambat diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi.

Di India, pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 6,9% tahun ini dari 7,6% tahun lalu. Perekonomian di Pasifik diperkirakan akan mengalami perlambatan paling tajam, dari pertumbuhan 4,2% pada 2025 menjadi 3,4% pada 2026 dan 3,2% pada 2027.

Harga minyak diproyeksikan tetap tinggi dalam jangka pendek, tetapi secara bertahap akan stabil jika ketegangan geopolitik mereda. Lonjakan harga energi baru-baru ini dan potensi gangguan pada pupuk terkait konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan tekanan inflasi pada harga pangan global (detik.finance)

58 / 100 Skor SEO