Makassar – Badai makroekonomi nasional yang dipicu oleh pelemahan nilai tukar Rupiah mulai berdampak langsung pada industri otomotif. Mencatatkan rekor historis terburuk dengan menembus angka Rp 18.016 per Dolar AS, Kalla Toyota secara resmi memberi sinyal kepastian penyesuaian harga unit kendaraan baru per Juli 2026 mendatang.
Lonjakan biaya produksi dan impor akibat depresiasi mata uang domestik menjadi pemantik utama rencana kenaikan harga ini. Merespons situasi tersebut, Kalla Toyota langsung mengambil langkah taktis dengan mengajak pelanggan mengambil keputusan cerdas pada bulan Juni sebelum harga baru diberlakukan.
Kalla Toyota membuka kesempatan emas bagi masyarakat melalui program “Juni Toyota Sale: Kesempatan Miliki Toyota Impian”. Program ini ditujukan untuk memproteksi konsumen di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat agar tetap bisa mengamankan harga lama (Juni).
“Menyadari hal tersebut (kenaikan harga), Kalla Toyota memberikan proteksi bagi pelanggan dengan membuka kesempatan untuk mengamankan harga lama sekaligus menikmati berbagai paket program finansial dan benefit kendaraan yang sangat masif,” ungkap Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin.
Meski dinamika pasar otomotif nasional tengah diuji oleh situasi ekonomi yang menantang, Kalla Toyota nyatanya masih kokoh mempertahankan dominasinya di kawasan Indonesia Timur.



Tinggalkan Balasan