KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. memberikan pesan tegas kepada peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2025. Ia meminta para PPPK tidak sekadar menjalankan rutinitas sebagai aparatur, tetapi memahami arah, tujuan, dan dampak setiap pekerjaan terhadap pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Yusran saat memberikan pembekalan kepada peserta orientasi PPPK di Gedung Wekoila, Selasa (11/8/2026).

Sebagai ASN, kita harus mengerti apa yang akan dikerjakan dan apa tujuannya. Jangan bekerja tanpa arah,” tegas Yusran di hadapan peserta.

Menurutnya, setiap aparatur memiliki posisi strategis dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Konawe. Karena itu, PPPK harus memahami bukan hanya tugas yang diberikan pimpinan, tetapi juga alasan dan tujuan di balik tugas tersebut.

Yusran mengibaratkan ASN seperti sebuah kapal yang sedang berlayar.

Sebelum berlayar, sebuah kapal harus mengetahui tujuan yang hendak dicapai. Begitu pula dengan aparatur pemerintah. Setiap pekerjaan harus memiliki arah yang jelas dan berkaitan dengan target pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, visi dan misi daerah menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Arah tersebut kemudian diterjemahkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman pembangunan selama lima tahun.

Karena itu, peserta orientasi diminta memahami hubungan antara tugas yang diberikan oleh pimpinan dengan sasaran pembangunan Kabupaten Konawe.

“Bapak dan Ibu harus memahami tugas yang diberikan oleh pimpinan masing-masing. Pahami apa yang menjadi tanggung jawab dan bagaimana tugas tersebut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain memahami arah pembangunan, Yusran juga menyoroti pentingnya penguasaan wilayah bagi para ASN.

Ia meminta PPPK mengenal kondisi Kabupaten Konawe secara menyeluruh, termasuk karakteristik wilayah dan lokasi tempat mereka menjalankan tugas.

Menurutnya, pemahaman wilayah menjadi penting agar program pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran.

Kabupaten Konawe memiliki 28 kecamatan, 57 kelurahan dan 291 desa. Berdasarkan data statistik 2025 yang disampaikan dalam pembekalan tersebut, jumlah penduduk Konawe mencapai 270.829 jiwa.

Jangan sampai kita bekerja di Konawe, tetapi tidak mengetahui wilayah Konawe. Ketika diberikan tugas untuk melaksanakan program di suatu kecamatan atau desa, kita harus mengetahui wilayah tersebut,” tegasnya.

Pesan tersebut terutama penting bagi PPPK yang nantinya bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik sebagai tenaga pendidik, tenaga kesehatan maupun tenaga teknis.

Dalam pembekalannya, Yusran juga mengingatkan bahwa status sebagai ASN membawa tanggung jawab terhadap masyarakat.

PPPK di lingkungan Pemkab Konawe diminta menjaga profesionalisme, integritas, disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya sesuai prosedur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, orientasi PPPK tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan formal untuk mengenalkan tugas dan lingkungan kerja.

Lebih dari itu, orientasi harus menjadi momentum bagi aparatur untuk memahami posisi mereka dalam sistem pemerintahan sekaligus membangun komitmen pengabdian.

Suasana orientasi semakin interaktif ketika Yusran secara langsung menunjuk tiga peserta untuk menguji pemahaman mereka mengenai Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

Ketiga peserta diminta menyampaikan Panca Prasetya KORPRI di hadapan Bupati dan peserta lainnya.

Momen tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus menguji sejauh mana peserta memahami nilai-nilai dasar yang harus dimiliki aparatur.

Yusran menegaskan, penguasaan Panca Prasetya KORPRI tidak cukup hanya dengan menghafalkannya.

Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, terutama melalui tanggung jawab, loyalitas, disiplin, profesionalisme dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Orientasi PPPK Tahun Anggaran 2025 diikuti peserta dari berbagai bidang pelayanan pemerintahan, termasuk tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Yusran berharap seluruh peserta mengikuti orientasi secara serius dan memahami setiap materi yang diberikan.

Ia juga meminta para PPPK mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di masing-masing perangkat daerah.

Jadikan orientasi ini sebagai kesempatan untuk memahami posisi, tugas, dan tanggung jawab sebagai ASN. Berikan kontribusi terbaik untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Konawe,” pungkasnya. (red)