Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.26 Wita, petugas dihadapkan pada tantangan tersendiri.
Ular tersebut bersembunyi di balik dedaunan yang cukup lebat, sehingga menyulitkan proses identifikasi dan penanganan.
Dengan bantuan senter dan alat penjepit khusus, tim melakukan penyisiran secara hati-hati.
Setiap pergerakan harus diperhitungkan agar ular tidak kabur atau justru menyerang saat proses evakuasi berlangsung.
Setelah beberapa menit melakukan observasi, posisi ular akhirnya berhasil dipastikan. Tim Rescue kemudian melakukan manuver penangkapan dengan penuh kehati-hatian.
Ketegangan sempat terasa saat petugas berusaha menjangkau tubuh ular yang berada di atas pohon. Namun berkat pengalaman dan koordinasi yang baik, ular tersebut berhasil diamankan tanpa insiden.
“Penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mengedepankan keselamatan petugas dan warga sekitar,” demikian keterangan dalam laporan Damkarmat Kota Kendari.
Usai evakuasi, tim kembali memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada ular lain yang bersembunyi di lokasi. Situasi akhirnya dinyatakan aman dan kondusif.
Operasi penyelamatan yang dipimpin Danru Penyelamatan Peleton 3, M. Ruslin Goa, bersama Regu Tim Rescue itu selesai pada pukul 19.33 Wita.
Ular kemudian diamankan untuk dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga. (san)



Tinggalkan Balasan