Ketua DPC Hiswana Migas Sultra, Fadh Atsur, mengatakan integrasi sistem pembayaran tersebut dirancang untuk mengatasi kendala teknis yang selama ini dihadapi operator SPBU akibat penggunaan berbagai platform transaksi yang berbeda.
Menurut dia, penyatuan sistem pembayaran diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi pengisian BBM.
“Melalui Edisi POT Mandiri, seluruh metode pembayaran kini terintegrasi dalam satu sistem sehingga lebih sederhana, baik bagi operator maupun konsumen,” ujarnya.
Fadh menambahkan, implementasi program ini merupakan yang pertama di Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya, layanan serupa telah diterapkan di Makassar sebelum akhirnya diadopsi di Kendari menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Hiswana Migas dan Bank Mandiri wilayah Makassar.
Ia menilai kolaborasi antara pengusaha SPBU dan sektor perbankan menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di sektor energi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan distribusi BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Ke depan, sinergi antara pelaku usaha hilir migas dan industri jasa keuangan diharapkan terus diperkuat guna menciptakan sistem transaksi yang lebih cepat, efisien, dan aman, serta mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital nasional. (red)



Tinggalkan Balasan