Andap juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pengelolaan anggaran secara efisien. Ia meminta agar kegiatan seremonial diminimalkan, perjalanan dinas yang tidak perlu dihindari, serta estetika lingkungan diprioritaskan dengan membersihkan area publik dari baliho dan spanduk yang tidak sesuai.

Selain itu, Andap menginstruksikan kedua pejabat untuk mengimplementasikan delapan misi “Asta Cita”, 17 program prioritas, serta program hasil terbaik cepat demi meningkatkan pelayanan publik.

Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, Andap meminta koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.

Ia juga meminta agar moda transportasi dipastikan siap menghadapi lonjakan pemudik, sekaligus memastikan refleksi akhir tahun disusun sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah.

“Refleksi akhir tahun adalah momen untuk mengevaluasi capaian dan tantangan, sekaligus merancang langkah strategis ke depan,” kata Andap.

Dalam kesempatan itu, Andap mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ia menggarisbawahi sejumlah kasus Penjabat Kepala Daerah yang tersandung hukum sebagai peringatan.

“Kita harus menjadi teladan bagi masyarakat, bekerja dengan kejujuran, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Forkopimda Tingkat I, pimpinan kementerian/lembaga di Sultra, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, serta Forkopimda dan Pimti Pratama dari Kabupaten Muna Barat dan Kota Kendari. (red)

52 / 100 Skor SEO