Terlihat di antaranya Ketua MUI Sultra, Mantan Wakil Walikota Kendari H. Musadar Mappasomba, serta Ketua Ikatan Dai Sulawesi Tenggara (Ikadi Sultra) dr. Sukirman.

Selain itu, hadir pula sejumlah Staf Ahli Pemprov Sultra seperti Muhammad Yusup dan Belli.

ASR mengungkapkan, kegiatan ini sengaja difokuskan pada waktu subuh untuk memantik kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kewajiban shalat fardu secara berjamaah.

“Subuh adalah pondasi. Kalau subuhnya sudah terjaga dan berjamaah di masjid, insya Allah waktu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya akan mengikuti,” ujar Andi Sumangerukka di Masjid CitraLand, Kendari.

Ia berharap ramainya jamaah di waktu subuh ini tidak menjadi fenomena sesaat saja.

ASR menargetkan gerakan ini mampu membangkitkan budaya memakmurkan masjid di seluruh penjuru Sulawesi Tenggara secara konsisten.

“Kita ingin melihat masjid-masjid kita selalu hidup dan makmur di setiap waktu. Kita ingin menjadikan shalat berjamaah lima waktu sebagai gaya hidup dan budaya masyarakat Sultra,” tambahnya.

Gerakan Jumat Berkah ini pun mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Banyak jamaah yang merasa termotivasi dengan kehadiran sosok pemimpin serta tokoh-tokoh agama yang turun langsung ke masjid-masjid sejak fajar.

“Sangat positif ya, selain dapat ilmu dari ta’lim, kita juga merasa semangat melihat masjid penuh seperti ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena memberikan energi positif bagi kami,” ujar salah satu jamaah di lokasi.

Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi kebangkitan spiritual di Bumi Anoa sekaligus memperkuat ikatan sosial antara pemimpin, tokoh masyarakat, dan warga melalui pendekatan religius yang menyentuh langsung ke akar rumput. (red)

67 / 100 Skor SEO