Kendari – Direktur RS Bahteramas dr. H. Sukirman, M.Kes., MARS., Sp.PA., memberikan edukasi tentang perundungan atau bullying dan bahaya narkoba kepada siswa SMAN 12 Kendari.

Pelajar diajak berani menjaga diri, menolak ajakan berbahaya, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

dr. Sukirman menjadi narasumber dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbagi Ilmu Menginspirasi Generasi Hebat Menuju Generasi Emas 2045”.

Di depan kelas, Sukirman memaparkan materi menggunakan proyektor, diselingi dialog dan motivasi.

Para siswa berseragam sekolah, sebagian mengenakan atribut Palang Merah Remaja (PMR) Wira, menyimak pembahasan mengenai kesehatan dan pergaulan remaja.

Melalui materi “Kenali, Hindari, Lindungi”, Sukirman mengajak siswa mengenali berbagai bentuk perundungan. Mulai dari ejekan, tindakan fisik, pengucilan, hingga perundungan di ruang digital.

Pembahasan menekankan pentingnya memahami batas antara bercanda dan menyakiti orang lain. Perasaan teman yang menjadi sasaran ejekan perlu diperhatikan, terutama ketika sudah merasa tertekan atau tidak nyaman.

Materi tersebut turut menyoroti dampak perundungan terhadap kesehatan dan proses belajar. Kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, hingga ketakutan datang ke sekolah menjadi dampak yang dibahas dalam paparan.

Siswa diarahkan untuk berbicara kepada guru bimbingan konseling, orang tua, atau orang tepercaya ketika mengalami perundungan. Mereka juga diajak membantu teman yang membutuhkan perlindungan.

Bagi siswa yang menyaksikan perundungan, materi mengingatkan agar tidak ikut menertawakan, merekam, atau menyebarkan kejadian yang mempermalukan korban.

Membantu teman dan melaporkan kejadian dengan aman menjadi langkah yang ditekankan.

Seorang siswa peserta kegiatan yang identitasnya disamarkan mengapresiasi cara Sukirman menyampaikan materi.

“Terima kasih kepada dr. Sukirman yang sudah berbagi pengetahuan dengan kami. Penjelasannya mudah dipahami dan materinya dekat dengan kehidupan kami sebagai pelajar,” ujarnya.

Selain perundungan, Sukirman membahas bahaya penyalahgunaan narkoba. Pelajar diajak mengenali risiko dari rasa penasaran maupun tekanan teman sebaya yang dapat memengaruhi keputusan mereka.

Materi pencegahan menekankan keberanian menolak ajakan mencoba narkoba, membangun pertemanan yang saling mendukung, serta mencari bantuan ketika menghadapi tekanan.

Olahraga, seni, organisasi, dan kegiatan ekstrakurikuler diperkenalkan sebagai ruang untuk menyalurkan energi sekaligus mengembangkan minat siswa.

Apresiasi juga disampaikan siswa peserta lainnya yang identitasnya turut disamarkan. Ia berharap kegiatan DWP Mengajar dapat kembali diselenggarakan di sekolahnya.

“Kegiatannya bermanfaat, kami senang bisa mendapat pengetahuan langsung dari dokter. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi dengan pembahasan lain yang penting untuk remaja,” tuturnya.

Dalam susunan kegiatan, sesi Sukirman dilanjutkan dengan materi dr. Risma Juniarni Asif mengenai penguatan keberanian untuk melapor serta manfaat pemberian zat besi atau Fe.

Melalui DWP Mengajar, Sukirman membawa pembahasan kesehatan lebih dekat dengan kehidupan pelajar.

Materi yang disampaikan memberi bekal bagi siswa untuk menjaga diri, peduli terhadap teman, dan berani mencari pertolongan.

 

Editor: Ixan