Kendari – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara terkait antrean panjang pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite yang terjadi di sejumlah SPBU, termasuk di Kabupaten Kolaka.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IV Hiswana Migas Sultra, Dr. Fahd Atsur, S.H., M.H., mengatakan antrean tersebut dipicu meningkatnya jumlah pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite akibat selisih harga kedua jenis BBM yang semakin lebar.

“Pertamax saat ini dijual Rp16.300 per liter, sebelumnya Rp16.650. Sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Disparitas harga ini membuat banyak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite,” kata Fahd, Selasa (5/8/2026).

Menurut Fahd, perubahan pola konsumsi itu terlihat dari meningkatnya permintaan pembuatan barcode baru oleh pemilik kendaraan agar dapat membeli Pertalite.

“Kami mendapatkan laporan dari SPBU bahwa banyak pemilik kendaraan membuat barcode baru untuk penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite,” ujarnya.