Kendari – Sepuluh akademisi terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) resmi mengadu gagasan untuk memperebutkan kursi Rektor periode 2026-2030. Isu mengenai transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), digitalisasi (Smart Campus), hingga hilirisasi riset di wilayah pesisir mendominasi visi utama para kandidat.

Pemilihan rektor kali ini dipastikan akan menjadi ajang pertarungan ide yang ketat untuk membawa UHO bersaing di kancah global. Berdasarkan rilis gagasan utama, berikut adalah visi dari masing-masing nomor urut Bakal Calon Rektor UHO:

Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si. (No. Urut 1) Berkomitmen menjadikan UHO sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang berakar pada kearifan lokal. Gagasannya menitikberatkan pada penguatan riset kelautan dan sumber daya alam, penerapan kampus cerdas, serta program akademik yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd. (No. Urut 2) Fokus pada penciptaan universitas kelas dunia pada 2030 melalui transformasi menuju PTN-BH. Visi ini didorong melalui inovasi pembelajaran kurikulum adaptif, penguatan kualitas SDM, serta branding institusi untuk memberikan dampak nyata bagi wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Dr. H. Herman, S.H., LL.M. (No. Urut 3) Menawarkan gagasan pendidikan berkualitas berbasis Outcome-Based Education. Ia menargetkan penguatan hilirisasi potensi lokal dan tata kelola profesional-digital untuk memperluas kemitraan strategis guna memperkuat pembangunan wilayah pesisir serta mendukung Indonesia Emas 2045.