KENDARI, perdetiknews.com – Komitmen elemen pemuda dalam menjaga jalannya roda pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata di daerah.
Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki Sulawesi Tenggara (Tamalaki-Sultra) kembali turun ke jalan dengan menggelar Konsolidasi Akbar sebagai bentuk respons kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai belum berpihak pada kemaslahatan publik.
Aksi yang dipusatkan di jantung Kota Kendari ini menjadi sebuah momentum untuk menyatukan gerakan mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat sipil.
Fokus utama yang disuarakan dalam draf tuntutan mereka bertumpu pada penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta draf pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang tengah menuai polemik luas di tengah masyarakat.
Massa aksi menilai bahwa kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi akan memberikan dampak langsung dan menekan sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.



Tinggalkan Balasan